Peserta memulai KBM
1.151 Peserta berhak uji
1.132 Peserta hadir ujian
862 Peserta lulus program
Tren Kelulusan 3 Tahun Terakhir
Persentase tingkat kelulusan dibanding total peserta yang memulai program.
Rekapitulasi Tiga Periode
Detail capaian program TEPT TA 2023/2024 hingga TA 2025/2026.
| Tahun | Total | Berhak | Lulus | % Lulus |
|---|---|---|---|---|
| 23/24 | 1.475 | 1.290 | 666 | 45,2% |
| 24/25 | 1.217 | 1.132 | 847 | 69,6% |
| 25/26 | 1.252 | 1.151 | 862 | 68,8% |
Perjalanan Capaian & Lonjakan Kelulusan
Dari total 1.252 peserta yang memulai tahap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) TEPT TA 2025/2026, sebanyak 1.151 peserta (91,9%) berhasil memenuhi syarat kehadiran minimal dan berhak mengikuti ujian post-test, sementara 101 peserta (8,1%) dinyatakan tidak berhak. Pada pelaksanaan post-test, tingkat kehadiran ujian mencapai 98,3% (1.132 peserta) dengan hasil akhir 862 peserta dinyatakan lulus, atau setara dengan 68,8% dari total peserta awal program.
Jika dibandingkan dengan dua tahun akademik sebelumnya, tingkat kelulusan program ini mengalami kenaikan yang sangat tajam dari 45,2% pada TA 2023/2024 menjadi 69,6% pada TA 2024/2025, lalu relatif bergerak stagnan di angka 68,8% pada TA 2025/2026.
Perubahan Skema Ujian Luring vs Daring
Perlu dicatat secara khusus bahwa perubahan capaian ini berjalan beriringan dengan pergeseran skema pelaksanaan post-test. Pada TA 2023/2024, post-test dilaksanakan secara luring (offline) dan laporan resmi mengonfirmasi tidak ditemukannya indikasi kecurangan peserta.
Namun, pada TA 2024/2025 dan TA 2025/2026, post-test diselenggarakan secara daring (online), di mana pada kedua periode tersebut ditemukan indikasi praktik kecurangan (joki) sebagaimana tercantum dalam laporan evaluasi pelaksanaan ujian masing-masing tahun.
Menjaga Validitas & Integritas Hasil Belajar
Pola data ini mengindikasikan bahwa capaian hasil belajar tidak dapat ditafsirkan semata-mata sebagai cerminan kualitas pembelajaran atau kemampuan murni peserta, karena skema pelaksanaan ujian (luring/daring) tampak turut memengaruhi hasil yang tercatat. Oleh karena itu, disarankan agar evaluasi capaian hasil belajar pada periode mendatang mempertimbangkan skema pelaksanaan post-test sebagai salah satu variabel yang relevan, serta penguatan sistem pengawasan pada skema daring menjadi bagian dari upaya menjaga validitas hasil program secara berkelanjutan.







